Pesantren Nuu Waar Tanam 300 Sukun

by
foto:istimewa

Da’i asal Bumi Cenderawasih itu melanjutkan, ikhtiar untuk menanam pohon sukun di lingkungan Pesantren merupakan metode pembelajaran agar para santri dapat terus menjaga kelestarian alam. Selain itu, Ustaz Fadlan menjelaskan potensi buah dari pepohonan dapat dikapitalisasi menjadi nilai ekonomi.

“Sebelum menanam sukun, kami sudah mengolah buah merah menjadi sabun. Kami akan membuat bolu dari olahan sukun, bahkan es krim sukun yang akan dinikmati oleh santri-santri ini,” katanya sembari mengelus kepala santri di sebelahnya.

Danramil Setu Kapten Arh. Nasip Setiabudi menjelaskan, program penanaman 300 pohon di Pesantren Nuu Waar ini adalah bagian dari gerakan menanam sejuta pohon yang secara serentak dilakukan Kodim 0507 Bekasi pada hari yang sama. Salah satunya di Kecamatan Kedung Waringin.

“Setelah beberapa kali berkunjung ke pesantren (Nuu War), saya melihat tempat ini cukup luas. Kesimpulannya kami tanam di pesantren,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan alasan pemilihan pohon sukun dalam program ini. Menurutnya, pohon sukun jika besar akan tumbuh rindang sehingga sangat nyaman untuk berteduh. Selain itu, buahnya sangat bermanfaat.

“Saya bayangkan, jika panen satu pohon bisa menghasilkan dua karung buahnya. Bagaimana jika tiga ratus pohon. Harapannya, ketika pohon sukun sudah berbuah, semoga bisa menghasilkan potensi ekonomi untuk Pesantren,” ungkap Setiabudi.