by Iwan Wientania Superioritas yang memabukkan tiada artinya ketika kesadaran muncul dalam kebenaran Tuhan. Hatiku lantas berkata, kesombongan tiada memberi apa pun
PASTI DITANYA
By Iwan Wientania Di gerimis pagi awal Januari aku menangis. Laksana ribuan jarum menimpa. Menikam tubuh sampai ke balik dada lalu menusuk
MAKA MENANGISLAH
by Iwan Wientania “Jika kalian mengetahui sebagaimana yang aku ketahui, tentulah kalian lebih banyak menangis dari pada tertawa.” *(Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi
PALING SABAR
Yang paling sabar dewasa ini adalah rakyat Palestina, tidak ada tandingannya. 75 tahun mereka dijajah dan dibantai (genosida) namun mereka tetap eksis
Era “Agentic AI”: Ketika Kecerdasan Buatan Tak Lagi Sekadar Menjawab, tapi Bekerja
Setahun terakhir, publik terbuai dengan kemampuan Generative AI seperti ChatGPT atau Gemini. Kita bertanya, mereka menjawab. Kita meminta ide, mereka menyajikan konsep.
Paradoks Keberkahan: Kisah Abdurrahman Bin Auf, Saudagar Kaya yang Gagal Jatuh Miskin
(Sebuah Analisis Bisnis dan Spiritual dari Sahabat Nabi) Di tengah gemerlap kekayaan duniawi, seringkali kita lupa bahwa harta adalah pedang bermata dua—ujian
Paradoks Kepemimpinan: Ketika Kebaikan di Balik Transformasi ASDP Terhukum
Dalam lanskap pelayanan publik yang mendamba integritas, kisah Ira Puspadewi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), menjadi ironi yang menyayat. Wartapilihan.com,
40 PELAJAR SMA INDONESIA PRESENTASI MAKALAH DI MALAYSIA
(Oleh: Dr. Adian Husaini, Ketua Program Doktor PAI UIKA Bogor) Ini berita baik dari dunia pendidikan di Indonesia. Pada bulan November ini,
AKU JAWA SAMBAS DAN JAWA BANJAR
Ketika mau ke Malaysia aku diminta oleh polisi bikin surat Jalan kelakuan baik dan bebas G30S PKI. Maklum, di masa awal Orde










