Dalam semangat kebersamaan Idul Fitri 1446 H, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menggelar Haflah dan Silaturahim Akbar di Markas Besar DDII, Jalan Kramat Raya 45, Jakarta. Sabtu, 19 April 2025.
Wartapilihan.com, Jakarta–Acara ini menjadi ajang temu keluarga besar DDII dari seluruh penjuru tanah air sekaligus sarana memperkuat peran strategis dakwah dalam menjaga keutuhan NKRI. Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh nasional, ulama, akademisi, serta perwakilan DDII dari berbagai daerah seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, dan Solo Raya. Sejumlah pejabat negara turut hadir, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menko Bidang Perekonomian dan Investasi Zulkifli Hasan, serta Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung.
Ketua Umum DDII, Dr. Adian Husaini, dalam sambutannya menekankan pentingnya melestarikan tiga warisan utama pendiri DDII: warisan intelektual, keteladanan, dan wakaf. “Dewan Dakwah kini aktif di 32 provinsi dan lebih dari 200 kabupaten/kota. Ratusan dai kami kirimkan ke pelosok negeri, dari Pulau Enggano hingga Pulau Buru,” ujar Dr. Adian penuh semangat.
Yang menarik, dalam kesempatan ini juga dibacakan surat resmi DDII kepada Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto, berisi usulan penetapan tanggal 3 April sebagai Hari NKRI. Usulan ini merujuk pada peristiwa bersejarah Mosi Integral 3 April 1950 yang digagas Mohammad Natsir sebagai tonggak integrasi nasional. Surat tersebut diserahkan langsung oleh Dr. Adian kepada Ketua MPR RI.
Dalam pidatonya, Ahmad Muzani menyampaikan bahwa keberhasilan Indonesia menjadi negara kesatuan tanpa peperangan adalah buah dari visi besar para tokoh bangsa. “Itu semua berkat kedewasaan dan kontribusi tokoh-tokoh Islam seperti Pak Natsir,” ungkapnya.
Suasana haru mewarnai testimoni Ustadz Majdi, seorang dai senior dari Pulau Buru, yang telah mengabdi sejak usia 18 tahun di daerah terpencil tanpa listrik dan sinyal. “Saya berdakwah bukan karena gaji, tapi karena iman,” tutur beliau dengan suara bergetar.
Ibu Aisyah Natsir (83 tahun), putri dari Mohammad Natsir, turut berbagi kisah perjuangan sang ayah dalam membangun dakwah yang menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. “Abah menyebutnya dakwah bil hal — dakwah lewat aksi nyata,” ujarnya.
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Dr. H. Jusuf Kalla, yang hadir secara virtual, memberikan apresiasi atas kiprah DDII dalam menjaga ukhuwah dan menyebarkan dakwah hingga ke pelosok negeri. Ia menekankan pentingnya ukhuwah Islamiyah sebagai perekat bangsa.
Penutup acara diisi oleh Ketua Dewan Pembina DDII, Prof. Dr. Didin Hafiduddin, yang mengingatkan bahwa dakwah harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. “Dakwah adalah solusi peradaban. Menjaga agama, umat, dan negara adalah kewajiban kita semua,” tegasnya.
Haflah kali ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dakwah, kaderisasi ulama, dan penguatan nilai-nilai Islam dalam kerangka keutuhan NKRI.
📍 Informasi lebih lanjut:
Humas Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
Jl. Kramat Raya No. 45, Jakarta Pusat
🌐 www.dewandakwah.id
📧 info@dewandakwah.id
📞 +62 21 391 8753

