RS YARSI akan ikut mengambil peran aktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, guna mencapai RPJMN 2015-2019 serta pencapaian Sustainable Development Goals.
Wartapilihan.com, Jakarta — Pengertian rumah sakit (RS) Islam menurut asosiasi rumah sakit Islam Majelis Syuro Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) adalah rumah sakit yang seluruh aktifitasnya berdasar pada prinsip Maqashid al-Syariah al-Islamiyah (tujuan syariah Islam).
RS Islam berfungsi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, sarana dakwah Islam di rumah sakit, memberikan jaminan bahwa operasional RS dilaksanakan sesuai syariah, baik untuk pengelolaan manajemen maupun pelayanan pasien, serta sebagai pedoman bagi pendiri (pemilik) dan pengelola rumah sakit dalam pengelolaan sesuai prinsip syariah.
Adalah RS YARSI. RS yang terletak di jantung Ibukota DKI Jakarta ini memiliki visi menjadi RS berlandaskan Islam dengan pelayanan kesehatan bermutu tinggi dengan dukungan teknologi kedokteran terkini dan standar internasional.
Direktur Utama RS YARSI DR Mulyadi Muctiar Mars, mengatakan nilai syariah diterjemahkan dalam pelayanan pasien, yang didukung dengan SDM yang memberikan dukungan pasien untuk tetap beribadah selama mereka menjalani perawatan di RS YARSI.
“Pelayanan berbasis nilai syariah adalah care pasient. Karyawan menjadi Rais (pembimbing) untuk pasiennya. Ketika waktu shalat tiba, mereka harus mengingatkan dan mengajarkan shalat dalam keadaan duduk atau berbaring ketika sakit kepada pasien. Itu adalah konsep dasar,” ujar Mulyadi pada soft opening RS YARSI di Jakarta.
Lebih lanjut, kata dia, semua prosedur klinik harus dilakukan oleh gender yang sama. Seperti pemasangan kateter dan pemasangan alat-alat yang berhubungan dengan kesehatan.
“Kemudian perawatan pasien. Kami mempunyai kamar yang terpisah. Ada laki, ada perempuan. Termasuk juga pasca operasi. Ada ruangan recovery yang khusus laki dan perempuan. Itu adalah aplikasi yang kami lakukan dalam menerapkan standar-standar syariah,” katanya.
Tak hanya itu, RS YARSI memastikan bahwa obat yang akan diberikan kepada pasien halal dan memiliki sertifikat halal. Jika ditemukan obat yang belum memiliki kandungan halal secara jelas, pihak rumah sakit akan memberikan konfirmasi persetujuan kepada pasien.
“Bahwa obat ini belum memiliki sertifikat halal atau ada komponen yang membuat obat tersebut tidak halal secara klinis, pasien harus tahu,” ujarnya.
“Kemudian untuk standar keuangan, RS YARSI menerapkan sesuai dengan kaidah syariah,” imbuhnya.
Guna mendukung pelayanan yang unggul dengan pemanfaatan teknologi, RS YARSI dipersiapkan dengan konsep digital hospital berbasis e-medical record, e-prescribing serta pemanfaatan PACS (Picture Archiving and Communication System) untuk dapat merecord semua hasil pemeriksaan yang memiliki.
Semua data pasien akan tersimpan secara digital dan lengkap, bukan hanya expertise dokter yang melakukan pemeriksaan, tapi juga semua gambaran hasil pemeriksaan EKG, radiologis, endoscopy, laparascopy, bahkan hasil patologi anotomi.
“Saat ini kami sedang menyiapkan afiliasi kemoterapi pasien oncology, dengan ICON Singapore sehingga dengan standar pelayanan yang sama, pasien oncology dapat menjalani kemoterapi di Indonesia tanpa perlu ke Singapura,” jelas Mulyadi.
Enam keunggulan RS YARSI
Ketua Yayasan YARSI Prof. Dr. H. Jurnalis Uddin, PAK, menuturkan enam unggulan RS YARSI. Pertama, penanganan pasien menggunakan ilmu genomic. Dalam genetika dan biologi molekular modern, genomic adalah keseluruhan informasi genetik yang dimiliki suatu sel atau organisme, atau khususnya keseluruhan asam nukleat yang memuat informasi tersebut.
“Misalkan pasien A sembuh, pasien B belum sembuh. Nah, itu ada pharmacogenemic-nya. Kalau baju ada ukuran small, medium dan large. Ke depan penanganan kami adalah terapi individual,” ujar Prof JU, sapaan akrabnya.
Keunggulan kedua adalah dapat mendiagnosis secara langsung setelah dilakukan pelayanan genomic. “Secara umum, genomic dapat bersifat diagnostik maupun terapi,” katanya.
Ketiga, terapi terhadap pasien ke depan bukan lagi menggunakan bahan kimia, tetapi sistem cell. “Seperti sakit gigi, kalau dulu giginya diobati, sekarang kita suntikkan langsung ke cell-nya. Dan itu sangat cepat penyembuhannya,” ujarnya.
Keunggulan keempat, RS YARSI memiliki penelitian tentang harapan hidup. Dikatakan Prof JU, semakin lama seseorang berdiri tampaknya dapat memperpanjang suatu bagian DNA yang disebut dengan telomer. Telomer merupakan suatu bagian DNA yang berfungsi untuk melindungi bagian ujung dari kromosom. Telomer biasanya akan menjadi semakin pendek dan akan terus memendek hingga tidak lagi bisa memendek dan menyebabkan kematian sel.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan memperpanjang telomer, maka hal ini mungkin dapat memberikan suatu dampak positif bagi kesehatan seseorang, sehingga para peneliti menganjurkan agar orang lanjut usia mulai mengurangi waktu duduknya dan memperbanyak waktu berdiri.
“Yang lain lagi (kelima), kita punya pusat herbal dengan alat yang canggih. Nah, ini penting sekali agar herbal kita tidak ke luar negeri dan akan dipatenkan produk asli Indonesia,” katanya.
Keunggulan keenam adalah tersedianya lembaga pemeriksa halal (LPH) dan e-health di lantai 11 RS YARSI. Alat tersebut diantaranya untuk memeriksa DNA Babi yang dikhawatirkan masuk ke dalam obat-obatan atau komponen yang bersentuhan dengan fasilitas kesehatan.
“Kita ingin lebih maju dari orang lain dan mensejahterakan masyarakat dengan layanan kesehatan yang baik. Cita-cita YARSI ke depan adalah memiliki RS di tiap wilayah Jakarta. Sehingga kita punya network dan RS pendidikan yang baik. Kami yakin, semua atas berkat dan rahmat Allah Swt. Tanpa itu, tidak akan berjalan baik,” tutupnya.
Sebagai informasi, RS di atas lahan seluas 10.000 m2 tersebut terdiri dari 17 lantai, dilengkapi dengan Guess House, Clinical Research Center dan Helipad serta disiapkan sampai dengan 450 tempat tidur.
Sedangkan, Center of Excellences akan dikembangkan melalui 3 tahapan. Tahap pertama, Acute Trauma and Service Center, dilengkapi dengan helipad untuk medical evacuation, One Day Surgery, Minimal Invasive Procedure, Histopathologic Center (dilengkapi dengan pemeriksaan Patologi Klinik, Patologi Anatomi dan Mikrobiologl Klinik), Occupational Health Center, dan Burn Unit (Unit Luka Bakar).
Tahap kedua, Geriatric Center, Women and Children Center; dilengkapi pelayanan In Vitro Fertilisation, dan Medical Rehabilitation Center.
Tahap ketiga adalah Kidney and Liver Transplantation.
Ahmad Zuhdi

