Menguak Rahasia Kehalalan: BPJPH Ungkap Cara Membedakan Kulit Babi dan Sapi di IIHF 2025!

by

Perhelatan Indonesia International Halal Fair (IIHF) 2025 menjadi ajang penting bagi Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai sertifikasi halal. 

Wartapilihan.com, Jakarta–Dalam gelaran ini, berbagai inovasi dalam pemeriksaan laboratorium produk halal turut dipamerkan, termasuk kemampuan mendeteksi bahan haram dengan teknologi canggih.

Wakil Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Afriansyah Noor, menyampaikan apresiasinya terhadap LPH LPPOM MUI. “Insya Allah LPH LPPOM MUI sukses dan selalu memberikan inovasi dan kreativitas dalam pemeriksaan laboratorium yang halal, yang betul-betul terjamin produk-produk yang diperiksa oleh LPH LPPOM MUI,” ujar Afriansyah Noor, menegaskan komitmen untuk memastikan kehalalan produk bagi umat Muslim.

Salah satu terobosan menarik yang diungkap dalam acara ini adalah kemampuan laboratorium untuk mengidentifikasi jenis kulit, khususnya membedakan antara kulit babi dan kulit sapi. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BPJPH, Haikal Hasan, yang menyaksikan demonstrasi kemampuan deteksi tersebut.

“Barusan saya melihat, ya barusan saya melihat di sepatu itu, bedakan antara yang terbuat dari kulit babi dan kulit sapi,” tutur Haikal Hasan. Ia menjelaskan bahwa laboratorium modern kini telah mampu mendeteksi ciri khas pada kulit babi. “Barusan [laboratorium] telah mampu melihat, mendeteksi kalau kulit babi itu pori-porinya khas, teksturnya beda, teksturnya khas, pori-porinya itu berjarak dan selalu membentuk segitiga. Hanya babi yang begitu,” paparnya.

Kemampuan deteksi yang semakin presisi ini menjadi kabar baik bagi konsumen Muslim. Dengan teknologi yang semakin maju, jaminan kehalalan produk, khususnya yang berbahan dasar kulit, dapat lebih terjamin. Edukasi semacam ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sertifikasi halal dan bagaimana teknologi berperan dalam prosesnya.

“Semakin hari semakin teredukasi ya,” pungkas Haikal Hasan, menyiratkan optimisme bahwa masyarakat akan semakin tercerahkan mengenai aspek kehalalan produk. Inisiatif BPJPH dan LPPOM MUI di IIHF 2025 ini menunjukkan komitmen serius dalam menjaga integritas produk halal di Indonesia, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh konsumen Muslim.