Ustadz Abdul Somad & DDII, Menyusuri Arus Dakwah: Jejak Peradaban di Pedalaman Nusantara

by

Di tengah gemuruh kota yang tak pernah tidur, kita terbiasa menyaksikan keramaian. Tabligh akbar, dengan panggung megah dan ribuan jamaah, menjadi pemandangan lumrah di alun-alun kota. Ustadz terkenal, dengan jutaan pengikut di media sosial, seolah menjadi tolok ukur kesuksesan dakwah.

Wartapilihan.com, Depok– Namun, pernahkah kita menengok ke balik riuh rendah itu? Jauh di pelosok, di balik rimba yang lebat dan sungai yang berliku, terdapat sebuah perjuangan yang tak kalah heroiknya—dakwah di pedalaman.

Inilah kisah tentang dedikasi dan keteguhan hati. Bukan sekadar ceramah, melainkan sebuah perjalanan sejati. Perjalanan yang menembus hutan, mendaki gunung, dan mengarungi danau, seperti yang pernah dilakukan oleh para ulama terdahulu. Merekalah pionir-pionir yang dengan gigih membawa cahaya Islam ke pelosok-pelosok Nusantara. Tanpa pengorbanan mereka, mungkin hari ini kita tidak akan mengenal Islam. Kita, yang amat sangat jauh dari Kota Suci Makkah Al-Mukarramah, adalah saksi bisu dari perjuangan panjang itu.

Pertanyaannya, apakah semangat dakwah di pedalaman itu masih ada? Jawabannya, ada. Namun, yang melakukannya memang tidak banyak. Perjuangan ini bukanlah tugas personal semata, melainkan kewajiban kolektif bagi setiap Muslim. Dibutuhkan hati yang lapang, jiwa yang peduli, dan tekad yang membaja untuk mengukir jejak di tempat-tempat terpencil.

Salah satu yang terus menggaungkan semangat ini adalah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Sejak didirikan pada tahun 1967, DDII telah merintis berbagai kegiatan dakwah di pedalaman, membina para dai dan guru ngaji, serta membangun peradaban yang berkesinambungan. Mereka menyadari bahwa investasi terbaik bukanlah investasi pensiun untuk diri sendiri, melainkan investasi akhirat yang akan dibawa saat menghadap Sang Pencipta.

Melalui program-programnya, Dewan Dakwah mengulurkan tangan kepada saudara-saudari kita di pelosok yang haus akan ilmu dan bimbingan. Para dai diutus untuk menjadi sahabat, guru, dan pembimbing, menuntun mereka mengenal Islam lebih dalam. Perjalanan dakwah ini penuh tantangan, namun hasilnya tak ternilai. Senyum tulus dari anak-anak di tepi sungai, mata berbinar dari para mualaf yang baru mengenal syahadat, serta kehangatan silaturahmi yang terjalin erat, adalah bukti bahwa dakwah di pedalaman adalah perjuangan yang mulia.

Mari bersama-sama menjadi bagian dari perjuangan ini. Jadikan kepedulian sebagai modal, dan doa sebagai senjata. Beramallah, sebab hidup kita hanyalah sementara. Investasikan waktu, tenaga, dan harta kita untuk sesuatu yang abadi. Mari dukung upaya Dewan Dakwah dalam membangun peradaban, menebar syiar Islam, dan memastikan bahwa cahaya Islam sampai ke setiap penjuru negeri.

Aamiin, Aamiin, Aamiin. Yaa Mujiibas-Saa’iliin, wa Yaa Robbal’Aalamiin.

(Disarikan dari Video Dakwah Pedalaman Ust Abdul Somad dan DDII)

https://laznasdewandakwah.or.id/

https://dewandakwah.id/