Hal itu dinilai Karding adalah bagian dari propaganda.
Wartapilihan.com, Jakarta — Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kadir Karding mengimbau masyarakat untuk semakin mewaspadai semakin gencarnya hoax menjelang hari pemilu yang jatuh pada 17 April. Karding pun menyayangkan maraknya opini sesat yang terus dimainkan kubu 02. Ini seperti penggiringan opini dan provokasi soal kecurangan pemilu.
Karding yakin cara-cara yang tidak terpuji itu tidak akan mempan untuk mempengaruhi swing dan undecided voters. Rakyat, kata Karding, sudah cerdas dan mampu membedakan mana kubu yang berbicara fakta dan mana yang terus menebar kebohongan.
“Sejak 2014 kita bisa lihat mana yang gemar menebar hoax. Mulai dari hoax soal pemenang pemilu 2014, hoax Ratna Sarumpaet, hingga yang paling anyar hoax soal settingan suara di KPU,” kata Karding, Selasa (9/4).
Karding menilai, segala rekam jejak kegohongan itu adalah fakta yang sulit dibantah. Karenanya di sisa waktu kampanye yang tinggal menghitung hari ini, Karding mengajak kubu 02 untuk menyetop politik kebohongan.
“Mari kita kedepankan berpolitik yang santun. Tidak baik kita menghalalkan segala cara, termasuk hoax demi meraih elektabilitas,” kata Karding.
Karding juga meminta kubu 02 untuk tak sekadar berucap Pancasila, tapi kenyataannnya malah bertindak atas semangat eksklusifitas golongan tertentu. Menurutnya, Indonesia sama sekali tak membuka ruang bagi ideologi selain Pancasila.
“Dalam waktu yang mepet ini, seperti tak usah heran kalau tiba-tiba ada tokoh bicara setia pada Pancasila. Padahal selama ini didukung dan akrab dengan golongan radikalisme,” kata Karding.
Hal itu dinilai Karding adalah bagian dari propaganda. Perubahan narasi mengaku Pancasila itu, kata dia, diikuti dengan fitnah yang menyerang persona Jokowi.
Karenanya, Karding meminta kubu 02 untuk menghentikan segala praktik politik yang merusak itu. Menurutnya, politik bukanlah hanya sekadar hasil menang dan kalah.
“Politik itu adalah sebuah proses pendidikan panjang yang hasilnya akan tergantung dari usaha untuk meraih tujuan. Dengan usaha yang baik, hasil baik akan dipetik. Dan dengan usaha yang buruk, hasil buruk pula yang dituai. Kami di tim Jokowi selalu sadar akan hal itu bahwa untuk meraih hasil baik dalam pemilu harus ditempuh lewat jalan yang baik pula,” kata Karding menegaskan.
Adi Prawiranegara

